<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Comments for Anditceria's Blog</title>
	<atom:link href="http://anditceria.wordpress.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://anditceria.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sat, 11 Jul 2009 15:25:15 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Comment on BAIK ATAU BENAR by Lulu Prasetya</title>
		<link>http://anditceria.wordpress.com/2009/02/19/baik-atau-benar/#comment-23</link>
		<dc:creator>Lulu Prasetya</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Jul 2009 15:25:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anditceria.wordpress.com/2009/02/19/baik-atau-benar/#comment-23</guid>
		<description>ada satu kata yang harus digaris bawahi  &quot;dilema&quot;. itu adalah hal yang paling sulit atau lebih tepatnya menempatkan kita pada posisi yang sulit.  mau melakukan yang benar atau yang baik???

gw adalah orang yang ga mau titip absen kalo gw ga bisa masuk kuliah..menurut gw, buat apa harus seperti itu??? toh, kita punya jatah bolos maksimal 3 kali. tapi temen2 gw suka sekali bikin tanda tangan palsu di kolom absensi gw. mungkin menurut mereka ini suatu tindakan baik mereka untuk gw. terlepas dari benar atau tidaknya. tapi menurut gw, ini tidak baik dan tidak benar.

besoknya ketika udah bisa masuk kuliah, ada dilema untuk apus ttd palsu itu atau ga...kalo gw apus, mungkin temen gw itu akan berpikir bahwa gw ini tidak baik karena tidak menghargai kebaikan mereka. tapi kalo ga gw apus, kan artinya gw setuju dengan tindakan yang tidak benar.  

inilah yang gw bilang, bahwa baik atau benar itu bisa jadi sebuah opsi yang harus kita pilih. dan untuk 2 opsi ini, gw lebih memilih yang BENAR. 

tentu saja akan jauh lebih baik lagi kalo bisa bertindak dengan baik  kalo kita bisa berbuat yang baik dan benar, tapi kadang keadaan memang tidak mengizinkan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ada satu kata yang harus digaris bawahi  &#8220;dilema&#8221;. itu adalah hal yang paling sulit atau lebih tepatnya menempatkan kita pada posisi yang sulit.  mau melakukan yang benar atau yang baik???</p>
<p>gw adalah orang yang ga mau titip absen kalo gw ga bisa masuk kuliah..menurut gw, buat apa harus seperti itu??? toh, kita punya jatah bolos maksimal 3 kali. tapi temen2 gw suka sekali bikin tanda tangan palsu di kolom absensi gw. mungkin menurut mereka ini suatu tindakan baik mereka untuk gw. terlepas dari benar atau tidaknya. tapi menurut gw, ini tidak baik dan tidak benar.</p>
<p>besoknya ketika udah bisa masuk kuliah, ada dilema untuk apus ttd palsu itu atau ga&#8230;kalo gw apus, mungkin temen gw itu akan berpikir bahwa gw ini tidak baik karena tidak menghargai kebaikan mereka. tapi kalo ga gw apus, kan artinya gw setuju dengan tindakan yang tidak benar.  </p>
<p>inilah yang gw bilang, bahwa baik atau benar itu bisa jadi sebuah opsi yang harus kita pilih. dan untuk 2 opsi ini, gw lebih memilih yang BENAR. </p>
<p>tentu saja akan jauh lebih baik lagi kalo bisa bertindak dengan baik  kalo kita bisa berbuat yang baik dan benar, tapi kadang keadaan memang tidak mengizinkan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on SAYA JADI TURIS DI JAKARTA by Lulu Prasetya</title>
		<link>http://anditceria.wordpress.com/2009/02/06/saya-jadi-turis-di-jakarta/#comment-22</link>
		<dc:creator>Lulu Prasetya</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Jul 2009 14:51:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anditceria.wordpress.com/2009/02/06/saya-jadi-turis-di-jakarta/#comment-22</guid>
		<description>iya ya...sedih banget dengan keadaan yang ada sekarang ini. kenapa siy mereka ga bangga dengan bahasa yang indah ini???

gw adalah penikmat sastra indonesia. gw suka banget baca novel indonesia baik penulis senior maupun penulis baru. gw sedih banget, waktu gw lagi baca novel or puisi, ada temen yang bilang kalo sastra indonesia itu kata2nya &quot; dangdut banget&quot;, coba kalo pake bahasa inggris pasti lebih &quot;so sweet&quot;.

bagaimana ya mengubah pemikiran yang &quot;sok modern&quot; tapi justru &quot;norak&quot; ini?? sampai sekarang gw juga masih berpikir, kira2 gimana yah caranya??</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>iya ya&#8230;sedih banget dengan keadaan yang ada sekarang ini. kenapa siy mereka ga bangga dengan bahasa yang indah ini???</p>
<p>gw adalah penikmat sastra indonesia. gw suka banget baca novel indonesia baik penulis senior maupun penulis baru. gw sedih banget, waktu gw lagi baca novel or puisi, ada temen yang bilang kalo sastra indonesia itu kata2nya &#8221; dangdut banget&#8221;, coba kalo pake bahasa inggris pasti lebih &#8220;so sweet&#8221;.</p>
<p>bagaimana ya mengubah pemikiran yang &#8220;sok modern&#8221; tapi justru &#8220;norak&#8221; ini?? sampai sekarang gw juga masih berpikir, kira2 gimana yah caranya??</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on aku cinta internet??? ( indomie telor kornet ) by Lulu Prasetya</title>
		<link>http://anditceria.wordpress.com/2009/05/08/aku-cinta-internet-indomie-telor-kornet/#comment-21</link>
		<dc:creator>Lulu Prasetya</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Jul 2009 14:34:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anditceria.wordpress.com/2009/05/08/aku-cinta-internet-indomie-telor-kornet/#comment-21</guid>
		<description>setuju banget, ndit...
BT banget dey kalo liat orang jadi ga konsen diajak ngomong cuma gara2 YM an or FB an. 
parah nya lagi, even udah ketemu di dunia nyata, kadang ada aja yang masih ngomongin masalah komunikasi mereka di dunia maya itu.

emang ga ada topik lain apa?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>setuju banget, ndit&#8230;<br />
BT banget dey kalo liat orang jadi ga konsen diajak ngomong cuma gara2 YM an or FB an.<br />
parah nya lagi, even udah ketemu di dunia nyata, kadang ada aja yang masih ngomongin masalah komunikasi mereka di dunia maya itu.</p>
<p>emang ga ada topik lain apa?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on brutalisme ala satpol PP by Lulu Prasetya</title>
		<link>http://anditceria.wordpress.com/2009/05/19/brutalisme-ala-satpol-pp/#comment-20</link>
		<dc:creator>Lulu Prasetya</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Jul 2009 14:14:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anditceria.wordpress.com/2009/05/19/brutalisme-ala-satpol-pp/#comment-20</guid>
		<description>betul banget tuh...
huh...gimana ya kira2 biar mereka itu bisa menjalankan tugas nya dengan sebagaimana mestinya????</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>betul banget tuh&#8230;<br />
huh&#8230;gimana ya kira2 biar mereka itu bisa menjalankan tugas nya dengan sebagaimana mestinya????</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on aku cinta internet??? ( indomie telor kornet ) by Fajrie Hanggono</title>
		<link>http://anditceria.wordpress.com/2009/05/08/aku-cinta-internet-indomie-telor-kornet/#comment-19</link>
		<dc:creator>Fajrie Hanggono</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 May 2009 14:20:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anditceria.wordpress.com/2009/05/08/aku-cinta-internet-indomie-telor-kornet/#comment-19</guid>
		<description>Emang ga bisa dipungkiri lagi, tanpa kita sadari kita hidup di dua dunia, dunia nyata dan dunia maya. Banyak yg bilang begini, dunia maya adalah sebuah dunia pelampiasan terhadap apa yang tidak dapat kita lakukan di dunia nyata. Sebagai contoh, internet dalam dunia video games. Kita ga akan tahu kalo ternyata seorang ksatria gagah dengan level tinggi ternyata di dunia maya, ternyata hanya seorang cowo kurus yang jarang bersentuhan dengan dunia luar pada dunia nyata. Atau kita ga akan pernah tahu kalau ternyata teman baru kita pada situs pertemanan ternyata seseorang yang tidak pernah ada (account palsu). Dan ada beberapa orang yang menganggap kalau mereka bisa lebih hidup ketika berada di dunia maya.. (nah lho!!)

Apabila membahas tentang eksistensi diri pada fenomena situs pertemanan. Banyak orang yang menganggap kalau mereka adalah makhluk yang eksis kalau jumlah teman pada akun situs pertemanan mereka sangat banyak dan kesemuanya berwajah tampan/cantik. Alhasil mereka berusaha melakukan tindakan &quot;add as friend&quot; kepada siapa saja yang mereka anggap layak masuk ke dalam daftar teman mereka. Atau mungkin eksistensi dapat mereka ibaratkan dengan melakukan tindakan seperti ikut memberikan komentar pada kegiatan atau foto seseorang yang bahkan merekapun tidak kenal. Untung-untung orang tersebut suka diberi komentar oleh orang asing, kalo orang tersebut terganggu? Malah jadi ga eksis donk! Haha. Dan anggap saja, saya menamai pelaku dari fenomena diatas dengan &quot;monyet dunia maya&quot; :p

Dari tulisan saya yang mulai ngelantur diatas, dapat diambil kesimpulan. Pergeseran penggunaan internet memang sudah sedikit mencapai tingkatan menjelang akut, dan kembali lagi kepada diri kita selaku pengguna yang tentunya dapat memilih. Mau menjadi pengguna internet seperti apa kita? Apakah kita akan menjadi pengguna internet yang cerdas, yang selalu bisa mendapatkan manfaat positif dari hadirnya internet. Atau mengikuti jejak golongan monyet dunia nyata?
Pilihan ada ditangan anda.. :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Emang ga bisa dipungkiri lagi, tanpa kita sadari kita hidup di dua dunia, dunia nyata dan dunia maya. Banyak yg bilang begini, dunia maya adalah sebuah dunia pelampiasan terhadap apa yang tidak dapat kita lakukan di dunia nyata. Sebagai contoh, internet dalam dunia video games. Kita ga akan tahu kalo ternyata seorang ksatria gagah dengan level tinggi ternyata di dunia maya, ternyata hanya seorang cowo kurus yang jarang bersentuhan dengan dunia luar pada dunia nyata. Atau kita ga akan pernah tahu kalau ternyata teman baru kita pada situs pertemanan ternyata seseorang yang tidak pernah ada (account palsu). Dan ada beberapa orang yang menganggap kalau mereka bisa lebih hidup ketika berada di dunia maya.. (nah lho!!)</p>
<p>Apabila membahas tentang eksistensi diri pada fenomena situs pertemanan. Banyak orang yang menganggap kalau mereka adalah makhluk yang eksis kalau jumlah teman pada akun situs pertemanan mereka sangat banyak dan kesemuanya berwajah tampan/cantik. Alhasil mereka berusaha melakukan tindakan &#8220;add as friend&#8221; kepada siapa saja yang mereka anggap layak masuk ke dalam daftar teman mereka. Atau mungkin eksistensi dapat mereka ibaratkan dengan melakukan tindakan seperti ikut memberikan komentar pada kegiatan atau foto seseorang yang bahkan merekapun tidak kenal. Untung-untung orang tersebut suka diberi komentar oleh orang asing, kalo orang tersebut terganggu? Malah jadi ga eksis donk! Haha. Dan anggap saja, saya menamai pelaku dari fenomena diatas dengan &#8220;monyet dunia maya&#8221; :p</p>
<p>Dari tulisan saya yang mulai ngelantur diatas, dapat diambil kesimpulan. Pergeseran penggunaan internet memang sudah sedikit mencapai tingkatan menjelang akut, dan kembali lagi kepada diri kita selaku pengguna yang tentunya dapat memilih. Mau menjadi pengguna internet seperti apa kita? Apakah kita akan menjadi pengguna internet yang cerdas, yang selalu bisa mendapatkan manfaat positif dari hadirnya internet. Atau mengikuti jejak golongan monyet dunia nyata?<br />
Pilihan ada ditangan anda.. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on SAYA JADI TURIS DI JAKARTA by Fajrie Hanggono</title>
		<link>http://anditceria.wordpress.com/2009/02/06/saya-jadi-turis-di-jakarta/#comment-18</link>
		<dc:creator>Fajrie Hanggono</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 May 2009 17:14:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anditceria.wordpress.com/2009/02/06/saya-jadi-turis-di-jakarta/#comment-18</guid>
		<description>Bener banget kata bung ryan..
Sebenernya alasan paling tepat bagi mereka kenapa menggunakan kata-kata &quot;bule&quot;, pasti mereka mengatas-namakan globalisasi. Dan sepenglihatan saya, konsep globalisasi bagi orang Indonesia dan orang luar Indonesia sangat jauh berbeda. Dimana ketika saya melihat di negara sesama asia tenggara seperti Thailand atau Vietnam, globalisasi itu adalah bagaimana mereka mengglobalkan negara mereka ke dunia global. Sedangkan di Indonesia, globalisasi sangat identik dengan barat-isasi.

Banyak banget orang yang merasa pintar ato bodo kalo menurut saya, dimana mereka bangga kalo mereka menggunakan sisipan bahasa inggris dalam setiap percakapan mereka, mungkin maksudnya biar terlihat intelek. Dan mereka justru menganggap mereka memiliki level yg lebih tinggi dari orang-orang yg menggunakan bahasa Indonesia dengan benar. Mereka bangga dan merasa pintar dengan berkata,
&quot;Sebentar, gw lagi ada meeting dengan client tentang customer yang meminta space tambahan buat event kita!&quot;
daripada
&quot;Sebentar, gw lagi ada rapat dengan rekanan tentang konsumen yang meminta ruang tambahan buat acara kita!&quot;

Termasuk dalam penamaan mall dan gedung-gedung, dimana mereka memiliki persepsi dengan menamakan gedung mereka dengan nama &quot;bule&quot; maka gedung mereka memiliki level yang lebih tinggi dibanding dengan gedung yg menggunakan nama lokal.

Jadi satu-satunya cara yang paling efektif, tumbuhkan semangat merah putih mulai dari diri kita sendiri. Dengan bangga akan bahasa kita, kita bangga akan negara kita!
Hidup Indonesia!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bener banget kata bung ryan..<br />
Sebenernya alasan paling tepat bagi mereka kenapa menggunakan kata-kata &#8220;bule&#8221;, pasti mereka mengatas-namakan globalisasi. Dan sepenglihatan saya, konsep globalisasi bagi orang Indonesia dan orang luar Indonesia sangat jauh berbeda. Dimana ketika saya melihat di negara sesama asia tenggara seperti Thailand atau Vietnam, globalisasi itu adalah bagaimana mereka mengglobalkan negara mereka ke dunia global. Sedangkan di Indonesia, globalisasi sangat identik dengan barat-isasi.</p>
<p>Banyak banget orang yang merasa pintar ato bodo kalo menurut saya, dimana mereka bangga kalo mereka menggunakan sisipan bahasa inggris dalam setiap percakapan mereka, mungkin maksudnya biar terlihat intelek. Dan mereka justru menganggap mereka memiliki level yg lebih tinggi dari orang-orang yg menggunakan bahasa Indonesia dengan benar. Mereka bangga dan merasa pintar dengan berkata,<br />
&#8220;Sebentar, gw lagi ada meeting dengan client tentang customer yang meminta space tambahan buat event kita!&#8221;<br />
daripada<br />
&#8220;Sebentar, gw lagi ada rapat dengan rekanan tentang konsumen yang meminta ruang tambahan buat acara kita!&#8221;</p>
<p>Termasuk dalam penamaan mall dan gedung-gedung, dimana mereka memiliki persepsi dengan menamakan gedung mereka dengan nama &#8220;bule&#8221; maka gedung mereka memiliki level yang lebih tinggi dibanding dengan gedung yg menggunakan nama lokal.</p>
<p>Jadi satu-satunya cara yang paling efektif, tumbuhkan semangat merah putih mulai dari diri kita sendiri. Dengan bangga akan bahasa kita, kita bangga akan negara kita!<br />
Hidup Indonesia!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BAIK ATAU BENAR by BeBe Gunawan</title>
		<link>http://anditceria.wordpress.com/2009/02/19/baik-atau-benar/#comment-17</link>
		<dc:creator>BeBe Gunawan</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Mar 2009 16:15:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anditceria.wordpress.com/2009/02/19/baik-atau-benar/#comment-17</guid>
		<description>em.. pilih benar aja deh kalo gitu hehe..
kalau untuk nilai, kenapa gak dipakai satuan &#039;benar&#039; ya? adanya nilanya &#039;baik&#039;.. haha.. ga penting sih..
emang best student neh ya.. nulisnya pada hebat-hebat..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>em.. pilih benar aja deh kalo gitu hehe..<br />
kalau untuk nilai, kenapa gak dipakai satuan &#8216;benar&#8217; ya? adanya nilanya &#8216;baik&#8217;.. haha.. ga penting sih..<br />
emang best student neh ya.. nulisnya pada hebat-hebat..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on About Page by cyber kamikaze</title>
		<link>http://anditceria.wordpress.com/about/#comment-16</link>
		<dc:creator>cyber kamikaze</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Feb 2009 03:14:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">#comment-16</guid>
		<description>kurang forum teknologinya, bwahahaha^_^

but nice...yg penting punya blog^_^</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kurang forum teknologinya, bwahahaha^_^</p>
<p>but nice&#8230;yg penting punya blog^_^</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BAIK ATAU BENAR by Ratih</title>
		<link>http://anditceria.wordpress.com/2009/02/19/baik-atau-benar/#comment-15</link>
		<dc:creator>Ratih</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Feb 2009 08:13:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anditceria.wordpress.com/2009/02/19/baik-atau-benar/#comment-15</guid>
		<description>Artikel na keren loh...^_^

Cba d bwt readmore biar gagh t&#039;lalu k pnjg an bc na...[hehehe...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Artikel na keren loh&#8230;^_^</p>
<p>Cba d bwt readmore biar gagh t&#8217;lalu k pnjg an bc na&#8230;[hehehe...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on FASHION : UNITED OF CORPS by Ryan Ayam</title>
		<link>http://anditceria.wordpress.com/2009/01/24/fashion-united-of-corps-2/#comment-14</link>
		<dc:creator>Ryan Ayam</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Feb 2009 13:57:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anditceria.wordpress.com/2009/01/24/fashion-united-of-corps-2/#comment-14</guid>
		<description>united of corps...
mantap!

memang fashion bisa menjadi lambang pemersatu dari perbedaan yang ada.
orang dengan latar belakang berbeda bisa menjadi satu karena sebuah seragam yang dia kenakan.
dan fashion juga menjadi ikon dari perkembangan jaman yang kian maju, seperti yang diutarakan oleh saudara andit diatas.

fashion, apabila dipandang sebagai sebuah ikon perubahan zaman, adalah sebuah hal yang positif. 
disisi lain, terkadang fashion dijadikan tolak ukur status sosial seseorang. inilah yang perlu dihilangkan....

seorang wanita rela mengeluarkan uang jutaan rupiah untuk membeli sebuah tas kulit yang berlabel merek2 internasional seperti Hermes, Yves Saint Laurent, Fendi, dan lain sebagainya.
bolehlah kita memiliki selera yang tinggi dalam memilih fashion, tapi 10 juta rupiah untuk tas kulit berukuran 30cm x 30cm?

mari kita mengingat2 lagi sebuah pertanyaan yang sering dilontarkan, tapi lebih sering lagi dikesampingkan...
FASHION OR FUNCTION?

fungsi dari sebuah pakaian pada dasarnya adalah menutup aurat, tapi kenapa baju yang berbahan tipis dan cenderung memiliki belahan dimana2 malah lebih mahal daripada baju muslim yang menutup semua bagian badan?
FASHION OR FUNCTION?

saya tidak menyalahkan mereka yang selalu membeli barang2 bermerk atau barang2 yang mahal. ini hanyalah sebuah pikiran yang ada dalam benak saya, dan mudah2an bisa menjadi bahan renungan untuk kita semua.....




saking kelewatannya kita dalam menutupi diri dengan berbagai balutan kain mahal dan aksesoris mewah, terkadang membuat kita lupa bahwa kita hanyalah tulang yang berbungkus otot dan kulit....


kita semua sama
semua adalah kita</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>united of corps&#8230;<br />
mantap!</p>
<p>memang fashion bisa menjadi lambang pemersatu dari perbedaan yang ada.<br />
orang dengan latar belakang berbeda bisa menjadi satu karena sebuah seragam yang dia kenakan.<br />
dan fashion juga menjadi ikon dari perkembangan jaman yang kian maju, seperti yang diutarakan oleh saudara andit diatas.</p>
<p>fashion, apabila dipandang sebagai sebuah ikon perubahan zaman, adalah sebuah hal yang positif.<br />
disisi lain, terkadang fashion dijadikan tolak ukur status sosial seseorang. inilah yang perlu dihilangkan&#8230;.</p>
<p>seorang wanita rela mengeluarkan uang jutaan rupiah untuk membeli sebuah tas kulit yang berlabel merek2 internasional seperti Hermes, Yves Saint Laurent, Fendi, dan lain sebagainya.<br />
bolehlah kita memiliki selera yang tinggi dalam memilih fashion, tapi 10 juta rupiah untuk tas kulit berukuran 30cm x 30cm?</p>
<p>mari kita mengingat2 lagi sebuah pertanyaan yang sering dilontarkan, tapi lebih sering lagi dikesampingkan&#8230;<br />
FASHION OR FUNCTION?</p>
<p>fungsi dari sebuah pakaian pada dasarnya adalah menutup aurat, tapi kenapa baju yang berbahan tipis dan cenderung memiliki belahan dimana2 malah lebih mahal daripada baju muslim yang menutup semua bagian badan?<br />
FASHION OR FUNCTION?</p>
<p>saya tidak menyalahkan mereka yang selalu membeli barang2 bermerk atau barang2 yang mahal. ini hanyalah sebuah pikiran yang ada dalam benak saya, dan mudah2an bisa menjadi bahan renungan untuk kita semua&#8230;..</p>
<p>saking kelewatannya kita dalam menutupi diri dengan berbagai balutan kain mahal dan aksesoris mewah, terkadang membuat kita lupa bahwa kita hanyalah tulang yang berbungkus otot dan kulit&#8230;.</p>
<p>kita semua sama<br />
semua adalah kita</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
