brutalisme ala satpol PP May 19, 2009
Posted by opiniandit in Uncategorized.trackback
Kejadian pada tanggal 11 mei 2009 di Surabaya sungguh memberikan gambaran pada publik bahwa aparat kita yang semula bisa kita andalkan sebagai tempat kita berlindung justru kontradiksi dengan aturan main. Tak tampak rasa manusiawi dalam diri aparat yang sebenarnya dibina untuk menertibkan bukan untuk semata – mata melakukan tindakan represif berlebihan. Bagaimana bisa ketika didalam kejadian itu seorang ibu yang memang sedang mengendong anak balitanya terkena dampak parah dari aparat. Sepertinya tindakan yang seperti ini akan menimbulkan berbagai efek atau trauma tersendiri karena tiap hari kita selalu diperlihatkan kejadian yang penuh kekerasan tanpa alasan dan perlawanan dari pihak yang diserang.
Ironi negeri ini semakin parah dan tak terkendali, orang -orang kecil semakin terlihat tak berdaya melawan dampak dari aturan main yang seolah – olah memperdulikan hak – hak azasi. Dimana hak – hak itu?? dimana nurani kita sebagai satu bangsa tapi seperti kanibal yang rela memperkosa hak – hak orang lain, tanpa jelas aturan mainnya. Bayangkan kita peristiwa itu sudah terjadi semua pihak yang bersangkutan hanya bisa diam tanpa kata, yang ada hanya isak tangsi seorang ibu ketika melihat anaknya menjadi jenazah akibat tindakan brutal aparat. Sudah terlalu banyak kasus dari aparat macam ini, dan rasanya kita harus buat perubahan untuk mengembalikan aparatur negara sesuai fungsinya lagi. Semoga kejadian ini memberika kontribusi yang positif bagi semua pihak akan pentingnya hak – hak azasi kita sesama manusia dan satu bangsa.




betul banget tuh…
huh…gimana ya kira2 biar mereka itu bisa menjalankan tugas nya dengan sebagaimana mestinya????