FASHION : UNITED OF CORPS January 24, 2009
Posted by opiniandit in Uncategorized.trackback
Bicara tentang kekuatan fashion yang memang bagi sebagian orang menilai atau memiliki perpektif tentang fashion yang dangkal sebagai pelengkap semata. Padahal jika kita bahas lebih dalam fashion sendiri ternyata memiliki kekuatan secara psikologis yang dapat memberikan dampak positif. Nah, fashion sendiri dapat diartikan berbagai macam, sesuai dengan persepsi dan perpektif kita masing – masing. Hal inilah yang menjadi ketertarikan saya untuk biacra mengenai kekuatan fashion, fashion sendiri dapat diartikan bagian dari identitas perubahan era atau zaman. Dan dalam konsepsi lain fashion sendiri juga dapat didefinisikan sebagai gaya hidup atau identitas seseorang didalam lingkungannya. Fashion memang terus berkembang sesuai tuntutan jaman dan memang dalam kondisi yang selalu dinamis. Namun, kondisi fashion ternyata ada juga yang tidak mengalami perkembangan. Hal ini dikatakan sebagai fashion old skul atau kondisi fashion yang memang tidak akan mengalami perubahan model meski jaman telah berubah. Sebagai contoh kategori fashion yang termasuk old skul ini seperti busana Raja Inggris atau Busana para petinggi Keraton di Indonesia. Pada bagian fashion ini memang tidak mendapat tuntutan untuk berubah karena pengertian fashion yang dimaksud sebagai simbol kemuliaan atau lambang besar sebagai identitas suatu tatanan sosial dan kultural. Menarik kita bayangkan bagaimana jika busana dari keraton berubah – ubah tiap jaman atau bahkan berubah tiap masa kepemimpinan. Wah, pastinya jadilah hal yang aneh untuk dilihat misalnya jika keraton berubah busananya menjadi pengenaan bahan jeans pada salah satu bagian busananya. Tentunya akan sangat menarik dan jadi koreksi bersama karena simbol atau identitas keraton pasti akan hilang ( lucu atau culun ya?? Kalo tiba – tiba Sri Sultan pada acara keraton pake Jeans?? ). Oleh sebab itulah arti dari kemajuan fashion sebenarnya bukan terletak dari perubahan model yang menarik. Namun, lebih dari itu fashion sendiri dapat berarti jika fashion itu menjadi bagian penting dalam pembentukan identitas ( komunitas punk : selalu tampil dengan rambut mohawk nya, karena inilah bentuk identitas fashion yang sebenarnya, bukan hanya terletak pada model tapi jelas konsistensi dalam membangun image atau identitas yang kuat bagi pengunanya ).
Contoh tersebut belum cukup untuk mengambarkan kekuatan fashion yang sebenarnya, saya bermaksud memulai bahasan dengan kondisi kekuatan kolektif dari fashion atau united of corps. Ketertarikan saya pada bahasan ini terletak dari situasi yang saya lihat, mengapa united of corps dapat kita sebut sebagai kekuatan fashion? hal ini tentu terkait pada fashion sendiri yang memiliki peranan dalam pembentukan identitas pemakainya. Konsepsi united of corps sendiri memang berhasil membentuk image atau identitas, khususnya bagi pengunanya selain itu hal ini juga memberikan efek kepada orang lain yang melihatnya. Pengunaan ini memang menarik saya bahas, melihat kondisi yang ada dan dapat saya jadikan contoh. Misalnya kekuatan yang ditimbulkan dalam pembentukan united of corps.Sebagai contoh real adalah sekumpulan aksi massa mahasiswa pastilah atribut penting yang digunakan adalah almamater ( almamater = pakaian paling mahal waktu kita masuk kuliah ). Lalu pertanyaan berikut datang, yakni mengapa tiap mahasiswa aksi selalu mengenakan almamater?. Hemat saya mengatakan bahwa almamater sendiri berfungsi sebagai united of corps dari mahasiswa itu sendiri. Jelas bahwa kesatuan aksi massa harus didukung oleh united of corps karena inilah dasar dalam pembentukan identitas untuk menjelaskan siapa kita? dan dalam satu sinergi kesatuan. Masih banyak contoh yang lain, dan sebenarnya kita tidak menyadari bahwa diri kita ini sesungguhnya bagian dari united of corps itu sendiri. Contoh lain adalah jika pasukan TNI akan terlihat seperti pasukan TNI jika memang di intepretasikan dengan seragam militer yang melekat ditubuhnya. Atau hal lain seperti PNS yang akan terlihat jelas bila para PNS mengenakan seragam kesehariannya atau mungkin batik KORPRI
. Kasus yang terkini misalnya didalam kampus saya, terdapat berbagai macam jurusan yang memang mewajibkan para juniornya untuk mengenakan seragam sesuai aturan seniornya, atau bahkan untuk anggota pengurus organisasi mahasiswa yang memang sengaja menonjolkan bentuk identitasnya dengan pakaian khusus seperti jaket kelompok atau kaos. Hal ini memang secara tidak sadar kita ada dalam bagian dari united or corps itu sendiri. Dan fashion memang akan membawa kita pada suatu pembentukan identitas kita dalam kelompok lingkungan kita. Sadar atau tidak bahwa ternyata kita bagian dari kelompok itu. Dan inilah simbolisasi kekuatan fashion yang memang dapat memberikan berbagai pengaruh tidak sekedar penutup bagian tubuh namun jauh lebih penting sebagai identitas siapa saya?.




em.. yap. itu istilahnya united of corps ya? jd fashion jadi dentitas gt kan? anak sd pake baju merah putih.. dll.. anak isbs 08 dpt kaos best student yg warna merah itu.. =P itu jg yak?? hahahaha.. jd kebanggaan tersendiri jg sih ya united of corps itu..
pengaruh fashion apa lg slaen identitas? biar ga malu.. trus apa lagi? =P
fashion is all about happyness.
good article.
united of corps…tau2an dari mana ndit
united of corps..jadi inget akan sesuatu hal yang selalu terjadi pada hari2 sebelum maupun hari H pada saat sebuah pemlihan baik partai ataupun yg terdapat di kampus anda..hahah
united of corps…
mantap!
memang fashion bisa menjadi lambang pemersatu dari perbedaan yang ada.
orang dengan latar belakang berbeda bisa menjadi satu karena sebuah seragam yang dia kenakan.
dan fashion juga menjadi ikon dari perkembangan jaman yang kian maju, seperti yang diutarakan oleh saudara andit diatas.
fashion, apabila dipandang sebagai sebuah ikon perubahan zaman, adalah sebuah hal yang positif.
disisi lain, terkadang fashion dijadikan tolak ukur status sosial seseorang. inilah yang perlu dihilangkan….
seorang wanita rela mengeluarkan uang jutaan rupiah untuk membeli sebuah tas kulit yang berlabel merek2 internasional seperti Hermes, Yves Saint Laurent, Fendi, dan lain sebagainya.
bolehlah kita memiliki selera yang tinggi dalam memilih fashion, tapi 10 juta rupiah untuk tas kulit berukuran 30cm x 30cm?
mari kita mengingat2 lagi sebuah pertanyaan yang sering dilontarkan, tapi lebih sering lagi dikesampingkan…
FASHION OR FUNCTION?
fungsi dari sebuah pakaian pada dasarnya adalah menutup aurat, tapi kenapa baju yang berbahan tipis dan cenderung memiliki belahan dimana2 malah lebih mahal daripada baju muslim yang menutup semua bagian badan?
FASHION OR FUNCTION?
saya tidak menyalahkan mereka yang selalu membeli barang2 bermerk atau barang2 yang mahal. ini hanyalah sebuah pikiran yang ada dalam benak saya, dan mudah2an bisa menjadi bahan renungan untuk kita semua…..
saking kelewatannya kita dalam menutupi diri dengan berbagai balutan kain mahal dan aksesoris mewah, terkadang membuat kita lupa bahwa kita hanyalah tulang yang berbungkus otot dan kulit….
kita semua sama
semua adalah kita